mengapa tercapainya keutuhan nasional sangat dipengaruhi oleh warga negara

Mengapatercapainya keutuhan nasional sangat di pengaruhi oleh warga negara - 10804995 bayujentot bayujentot 28.05.2017 PPKn Sekolah Menengah Atas terjawab • terverifikasi oleh ahli Mengapa tercapainya keutuhan nasional sangat di pengaruhi oleh warga negara 1 Lihat jawaban Iklan Iklan 8Aspek-aspek Ketahanan Nasional Yang Wajib Diketahui. Ketahanan nasional adalah kondisi dalam kehidupan nasional yang harus diwujudkan dan dipertahankan secara terus menerus. Untuk mewujudkan ketahanan nasional ini bisa dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu mulai dari diri sendiri, lingkungan keluarga, masyarakat, bangsa hingga negara. Wie Kann Ich Eine Frau Kennenlernen. - Wawasan nusantara menjadi pedoman untuk mewujudkan tujuan nasional. Gagasan Wawasan Nusantara menjadi salah satu konsep yang sangat dipertimbangan dan penting untuj dijadikan dasar bernegara. Dikutip dari jurnal Pentingnya Wawasan Nusantara sebagai Satu Kesatuan di Generasi Sekarang 2021 oleh Musdalifah Qadariah, wawasan nusantara adalah sebagai cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya berdasarkan Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945. Wawasan nusantara berperan untuk membimbing bangsa Indonesia dalam penyelenggaraan kehidupannya serta sebagai rambu-rambu dalam perjuangan mengisi kemerdekaannya. Pentingnya wawasan nusantara bagi bangsa Indonesia sebagai pedoman, motivasi, dorongan, serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan, tindakan, dan perbuatan bagi penyelenggara negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Baca juga Pencetus Konsep Wawasan Nusantara, Asas, dan Tujuannya Nilai wawasan kebangsaan yang terwujud dalam persatuan dan kesatuan bangsa memiliki enam dimensi manusia yang bersifat mendasar dan fundamental, yakni Penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa Tekad bersama untuk berkehidupan kebangsaan yang bebas, merdeka, dan bersatu Cinta tanah air dan bangsa Kesetiakawanan sosial Masyarakat adil dan makmur Demokrasi atau kedaulatan rakyat. Peran wawasan nusantara Dilansir dari buku Pancasila sebagai Wawasan Nusantara 2020 oleh R. Aminullah, berikut peran wawasan nusantara dalam kehidupan nasional, yaitu Rasa tanggung jawab Menumbuhkan rasa tanggung jawab atau pemanfaatan lingkungan. Peran ini berkaitan dengan hubungan yang erat dan saling terkait, serta ketergantungan antara bangsa dengan ruang hidupnya. Sehingga pemanfaatan lingkungan harus bertanggung jawab. Bila tidak, maka akan menimbulkan kerusakan lingkungan yang pada akhirnya akan merugikan bangsa itu sendiri. Baca juga Pengertian Wawasan Nusantara dan Peran Pentingnya Menegakkan kekuasaan Hal ini guna melindungi kepentingan nasional. Kepentingan nasional menjadi dasar hubungan antara bangsa. Bila satu bangsa kepentingan nasionalnya sejalan dengan bangsa lain, maka kedua bangsa mudah menjalin hubungan persahabatan. Memelihara persatuan dan kesatuan Mewujudkan serta memelihara persatuan dan kesatuan yang serasi dan selaras, segenap aspek kehidupan nasional. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Oleh R Rahaditya, SH, MH PERANG melawan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Tanah Air belum selesai. Namun, era kenormalan baru atau tatanan kehidupan baru masyarakat new normal life sudah dimulai setelah masa pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar PSBB dilonggarkan. Hal ini ditandai dengan Instruksi Presiden Joko Widodo kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sekaligus Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB Letjen TNI Doni Monardo untuk memberikan kewenangan kepada 102 pemerintah kabupaten/kota yang saat ini berada dalam zona hijau green zone untuk melaksanakan kegiatan masyarakat produktif dan aman hal tersebut dapat kita ketahui dilakukan untuk melaksanakan pemulihan ekonomi dengan melalui tahapan protokol kesehatan. Sebagaimana kita ketahui bahwa sebelumnya hampir sebagian besar provinsi di Indonesia telah menerapkan kebijakan pembatasan sosial atau jarak sosial social distancing dan menjaga jarak fisik satu sama lain physical distancing atau melakukan karantina diri yang intinya kita diharapkan terpisah, baik secara sosial dan secara fisik dan tetap tinggal di rumah stay at home. Dengan telah adanya transformasi digital dalam beberapa aspek kehidupan masyarakat banyak diantara kita yang melaksanakan kerja dari rumah work from home, untuk mahasiswa dan pelajar belajar di rumah study at home lalu banyak pula yang melakukan transaksi belanja secara online. Upaya itu dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 bahkan sampai terjadinya karantina wilayah lockdown. Semua itu terjadi karena Presiden Joko Widodo mewajibkan penerapan pembatasan sosial berskala besar PSBB sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Penanganan Corona Virus Disease Covid-19 yang ditetapkan pada 31 Maret 2020. Juga, berdasarkan pada ketentuan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan yang juga telah disahkan oleh Presiden Joko Widodo pada 7 Agustus 2018. Selanjutnya terkait dengan adanya era new normal life, ada baiknya kita memahami tentang makna meaning dari nasionalisme dan patriotisme yang mungkin istilah tersebut seringkali kita dengar. Nasionalisme Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Depdikbud, 1997, nasionalisme didefinisikan sebagai kesadaran keanggotaan dalam suatu bangsa yang secara potensial atau aktual bersama-sama mencapai, mempertahankan dan mengabadikan identitas, integritas, kemakmuran dan kekuatan bangsa itu, yakni semangat kebangsaan. Nasionalisme dapat dirumuskan sebagai satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara atau paham ajaran untuk mencintai bangsa dan negara sendiri. Karena nasionalisme merupakan suatu pengertian yang luas, maka dalam konteks ini tentang nasionalisme dapat diartikan sebagai jiwa bangsa Indonesia yang akan terus melekat selama bangsa Indonesia masih ada. Adapun ciri-ciri nasionalisme antara lain cinta pada Tanah Air, bahasa atau sejarah budaya bersama serta suatu keinginan akan kemerdekaan politik, keselamatan dan prestise bangsa. Nasionalisme di era saat ini harus dapat mengisi dan menjawab tantangan masa transisi dalam berbagai perubahan situasi yang tentunya nilai-nilai baru tidak boleh mengguncangkan nasionalisme selama bangsa Indonesia tetap memiliki sense of belonging atau rasa memiliki negara Indonesia. Beberapa faktor yang mendukung terwujudnya paham nasionalisme dapat kita ketahui dari sejarah ketika masa perang merebut kemerdekaan di masa lalu, antara lain Adanya ikatan rasa senasib sepenanggungan Bertempat tinggal dalam satu wilayah yang sama Ingin melepaskan diri dari penjajahan. Adapun prinsip-prinsip nasionalisme menurut Frederick Hertz dalam bukunya berjudul "Nationality in History and Politics" meliputi hasrat untuk mencapai kesatuan, kemerdekaan, keaslian, dan kehormatan bangsa. Jika dikaitkan dengan masa pandemi Covid-19 saat ini, sikap kita yang menunjukkan rasa cinta Tanah Air dapat dibuktikan dengan cara berikut ini. Adanya kesadaran dan kedisiplinan masyarakat secara kolektif dalam mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker ketika keluar rumah, menghindari kerumuman, jaga jarak aman physical distancing, cuci tangan menggunakan sabun dengan air yang mengalir atau hand sanitizer, dan mengonsumsi vitamin dan makanan yang bergizi. Adanya kesadaran mematuhi berbagai ketentuan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah dan tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum Mengikuti perkembangan berita terkait dengan kasus pandemi Covid-19 yang mengenai jumlah korban yang terpapar, sembuh dan meninggal pemberitaannya terus di-update oleh media TV dan media cetak. Jadi dalam menghadapi masalah pandemi Covid-19 diperlukan adanya jiwa nasionalisme dari seluruh bangsa Indonesia demi keberlangsungan hidup bersama. Rasa nasionalisme penting dimiliki oleh bangsa Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19. Jika di masa lalu seluruh komponen bangsa dengan rasa nasionalisme tinggi bersatu berjuang melawan penjajah untuk merebut kemerdekaan, maka sekarang ini kita sebagai bangsa Indonesia dengan rasa nasionalisme tinggi pula harus bersatu melawan Covid-19. Caranya dengan menerapkan berbagai protokol yang telah ditetapkan, terlebih ketika kita akan memasuki masa tatanan kehidupan baru new normal life. Karena, pada kenyataannya pandemi Covid-19 belum memiliki rasa nasionalisme tinggi yang didukung dengan kesadaran dan kedisiplinan tinggi pula sangat sulit kiranya melaksanakan new normal life secara baik. Nasionalisme dalam situasi negara seperti saat ini diperlukan karena dapat menjadi pemersatu bangsa dan untuk mempertahankan keutuhan NKRI tercinta terlebih jika dikaitkan dengan konstitusi negara Republik Indonesia. Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang Dasar 1945 UUD 1945 menyatakan, "Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara". Ayat tersebut intinya menjelaskan bahwa kita wajib melakukan upaya pembelaan negara yang tentunya harus dengan rasa nasionalisme yang timbul dari diri kita sendiri. Perwujudan bela negara di masa kini bermacam-macam caranya, tidak seperti di masa lalu ketika masa revolusi merebut kemerdekaan dengan cara angkat senjata menjadi kombatan untuk memerangi penjajah. Namun, contoh wujud bela negara saat ini antara lain Setia kepada ideologi Pancasila dan konstitusi UUD 1945 Mengabdikan diri sesuai dengan profesi yang kita miliki Mentaati dan mematuhi berbagai peraturan yang berlaku taat hukum Membayar pajak yang telah ditetapkan oleh pemerintah taat pajak Mencintai produk-produk dalam negeri Melaksanakan hak dan kewajiban sesuai ketentuan yang berlaku. Selain beberapa hal yang telah disebutkan di atas, contoh lain sebagai wujud nasionalisme dan bela negara yang bisa kita saksikan sekarang adalah adanya solidaritas sosial dalam rangka membangun persatuan untuk memutus penyebaran pandemi Covid-19 dan berempati kepada mereka yang terdampak Covid-19. Salah satu caranya memberikan bantuan berupa obat-obatan dan logistik bahkan menggalang donasi untuk dapat membantu yang terdampak kemudian bersatu pula untuk melakukan pemulihan recovery ekonomi dengan memperhatikan protokol kesehatan. Patriotisme Adapun pengertian patriotisme menurut KBBI adalah sikap seseorang yang bersedia mengorbankan segala-galanya untuk kejayaan dan kemakmuran Tanah Airnya. Patriotisme berasal dari kata "patriot" dan "isme" yang berarti sifat kepahlawanan atau jiwa pahlawan atau heroism dan patriotism dalam bahasa Inggris. Akhir-akhir ini jiwa patriotisme dan cinta Tanah Air yang dapat kita saksikan adalah pengabdian para petugas medis dokter dan perawat yang merupakan ujung tombak dalam melawan Covid-19. Tidak dapat kita mungkiri bahwa para petugas medis saat ini telah menjadi patriot kemanusiaan dan patriot bangsa yang berada di garis depan melawan Covid-19 dan itu merupakan wujud nyata bela negara. Dalam menghadapi pandemi Covid-19, petugas medis telah rela menjadi garda terdepan atau pasukan khusus yang berperang melawan musuh yang tidak terlihat dengan indera penglihatan biasa. Perjuangan yang telah dilakukan oleh petugas medis bukan hanya sebuah perang melawan Covid-19, namun lebih merupakan suatu perjuangan untuk mempertahankan keselamatan dan eksistensi bangsa dan negara Indonesia. Di masa lalu, patriot bangsa adalah para pahlawan pejuang bangsa. Saat ini peran tersebut ada pada profesi tenaga medis yang didukung oleh Satgas Covid-19, TNI dan Polri, serta berbagai petugas aparatur sipil negara ASN serta komponen masyarakat lainnya. Kiranya hal tersebut memang sesuai dengan sistem pertahanan yang dianut oleh Indonesia yaitu Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta Sishankamrata. Sishankamrata merupakan suatu sistem pertahanan keamanan dengan komponen yang terdiri dari seluruh potensi kemampuan dan kekuatan nasional yang bekerja secara total, integral serta berlanjut untuk mewujudkan kemampuan dalam upaya pertahanan keamanan negara, di mana TNI dan PORI sebagai kekuatan utama dan rakyat sebagai kekuatan pendukung. Sishankamrata merupakan sistem yang berlandaskan pada Alinea keempat Pembukaan UUD 1945 yang menyatakan "melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial" Pasal 30 ayat 1 UUD 1945 yang menyatakan tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara Pasal 30 ayat 2 UUD 1945 yang menyatakan "usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai kekuatan utama dan rakyat sebagai kekuatan pendukung". Jadi jika terkait dengan masalah pertahanan keamanan negara hankamneg untuk menjamin kedaulatan negara secara konstitusional menjadi tanggung jawab TNI dan Polri yang didukung oleh seluruh rakyat Indonesia. Utamanya rakyat yang terlatih atau rakyat yang memiliki profesi tertentu. Namun, dalam hal menghadapi Covid-19, yang menjadi kekuatan utama adalah para petugas medis dokter dan perawat karena merekalah yang terlatih dan memiliki profesi yang dapat diandalkan, TNI dan Polri beserta komponen masyarakat lainnya menjadi kekuatan pendukung. Ketika memasuki era new normal life, kita yang sudah teredukasi dengan baik harus menyesuaikan diri dengan berdisiplin mematuhi berbagai protokol kesehatan dan protokol sosial yang telah ditetapkan oleh pihak yang berwenang. R Rahaditya, SH, MHKepala UPT Mata Kuliah Umum Universitas Tarumanagara Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Dalam mempertahankan dan juga menjaga keutuhan nasionalisme serta kedaulatan sebuah Negara, dibutuhkan usaha yang keras dalam menjaga keutuhannya. Dikarenakan banyak faktor-faktor yang menjadi penyebab ancaman bagi keutuhan nasionalisme dan juga kedaulatan sebuah Negara. Sebelum kita membahas lebih lanjut terkait Faktor-faktor yang menjadi penyebab ancaman bagi keutuhan Nasionalisme serta kedaulatan sebuah Negara, terlebih dahulu mari kita mengenal apa yang dimaksud dengan Nasionalisme dan Arti Nasionalisme merupakan suatu sikap politik atau pemahaman dari masyarakat suatu bangsa yang memiliki keselarasan kebudayaan dan wilayah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, nasionalisme adalah paham ajaran untuk mencintai bangsa dan negara sendiri. Kesadaran keanggotaan dalam suatu bangsa yang secara potensial atau aktual bersama-sama mencapai, mempertahankan, dan mengabadikan identitas, integritas, kemakmuran, dan kekuatan bangsa. Sikap dan perilaku nasionalisme yang harus dimiliki warga negara. Itu meliputi harus mematuhi aturan yang berlaku, mematuhi hukum negara, melestarikan budaya Indonesia. Kemudian menciptakan dan mencintai produk dalam negari, serta bersedia melakukan aksi nyata membela negara. Sejarah Nasionalisme Nasionalisme sudah menjadi pandang yang dikenal sejak akhir abad ke-18. pada Revolusi Amerika dan Perancis nasionalismen sudah menjadi pandang kuat yang pertama. Setelah itu baru menyebar ke negara-negara baru di Amerika Latin. Pada awal abad ke-19 menyebar ke Eropa Tengah, selanjut di Eropa Timur dan Tenggara. Berkembang di Asia dan Afrika pada awal abad ke-20. Itu menjadi kebangkitan dan perjuangan yang kuat bagi masyarakat di dua benua ini berperan kuat dalam perjuangan dan mempertahankan kemerdekaan. Tidak mustahil ke depan akan muncul ancaman dan bahaya. Sehingga diperlukan semangat kebangsaan dengan intensitas tinggi untuk menanggulangi Dilansir dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, daulat berasal dari Bahasa Arab yaitu daulah atau daulat yang berarti kekuasaan. Berdaulat artinya mempunyai kekuasaan. Dalam Bahasa Inggris kedaulatan disebut sovereignty yang berasal dari bahasa Latin superanus yang artinya teratas. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, daulat adalah kekuasaan, pemerintahan. Berdaulat adalah mempunyai kekuasaan tertinggi atas suatu pemerintahan negara atau daerah. Menurut KBBI, kedaulatan adalah kekuasaan tertinggi atas pemerintahan negara, daerah, dan sebagainya. Kedaulatan negara adalah kekuasaan tertinggi ada pada negara. Kedaulatan rakyat adalah kekuasaan tertinggi ada pada rakyat atau bisa diartikan demokrasi. PEMBAHASANIntegrasi nasional yang dibutuhkan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI menghadapi berbagai ancaman. Terlebih integrasi nasional yang terdapat di dalam negara dengan kondisi masyarakat yang majemuk plural seperti di Indonesia. Di lain sisi Ancaman adalah setiap usaha dan kegiatan baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang dinilai membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara dan keselamatan segenap bangsa. Ancaman adalah semua bentuk usaha yang bersifat mengubah atau merombak kebijaksanaan yang dilakukan secara konsepsional melalui tindak kriminal dan pula 2 jenis-jenis ancaman terhadap integrasi nasional, Ancaman terhadap integrasi nasional dapat dibedakan menjadi dua yakniAncaman militerAncaman militer Ancaman militer adalah ancaman yang menggunakan kekuatan bersenjata yang membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara dan keselamatan segenap bangsa. Ancaman militer terhadap integrasi nasional dapat berasal dari luar negeri dan dari dalam contoh ancaman militer terhadap integrasi nasional adalahAncaman dari luar negeri, yaituAgresi militerPelanggaran wilayah oleh negara lainMata-mata spionaseSabotase Aksi teror dari jaringan internasionalAncaman dari dalam negeri, yaituPemberontakan bersenjata Konflik horisontalAksi terorSabotase Aksi kekerasan yang berbau SARAGerakan separatis upaya pemisahan diri untuk membuat negara baruAncaman nonmiliterAncaman nonmiliter adalah ancaman yang tidak menggunakan senjata tetapi jika dibiarkan akan membahayakan kedaulatan negera, keutuhan wilayah negara dan keselamatan segenap bangsa. Pada hakikatnya, ancaman nonmiliter dinilai berpotensi membahayakan kedaulatan negara, kepribadian bangsa, keutuhan wilayah negara dan keselamatan segenap bangsa. Ancaman ini salah satunya disebabkan oleh pengaruh negatif dari globalisasi. Globalisasi menghilangkan sekat atau batas pergaulan antar bangsa secara disadari atau tidak telah menimbulkan dampak negatif yang berpotensi menjadi ancaman bagi keutuhan sebuah negara. Ancaman nonmiliter mencakup dimensi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan bahkan teknologi dan ancaman nonmiliter antara lainPengaruh gaya hidup kebarat-baratanTidak mencintai budaya sendiriTidak menggunakan produk dalam negeriMasalah Korupsi, Kolusi, Nepotisme KKN Ideologi Dari Negara Penyebaran Kebudayaan nonmiliter mempunyai karakteristik yang berbeda dengan ancaman militer. Ciri-ciri ancaman nonmiliter adalah tidak bersifat fisik dan bentuknya tidak terlihat. KESIMPULANDapat disimpulkan bahwasannya terdapak banyak faktor yang dapat menjadi ancaman keutuhan nasionalisme dan juga kedaulatan suatu Negara khususnya Negara kita tercinta, dapat kita lihat bahwasannya terdapat 2 Ancaman yakni militer dan juga non-militer. Dari sini kita dapat mengambil intisari untuk berusaha dengan sebaik baiknya dalam menjaga keutuhan Nasionalisme serta kedaulatan NKRI dengan mencegah dan juga memerangi faktor-faktor yang dapat menjadi penyebab Ancaman bagi Nasionalisme serta kedaulatan NKRI. Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. PendahuluanNasionalisme adalah salah satu gagasan yang diciptakan dengan mempersatukan sekelompok orang yang memiliki identitas yang sama, menjaga kedaulatan, dan menjaga negara. Ketika ideologi nasionalisme mulai merosot, ikatan nasionalisme meningkat di antara mereka. Ikatan ini menjadi saat manusia mulai hidup bersama di suatu daerah tertentu. Nasionalisme dapat membedakan dirinya dengan banyak ideologi atau sikap nasional populer non-negara berdasarkan argumen kewarganegaraan, ras, budaya, agama, dan ideologi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, nasionalisme memiliki dua arti. Makna pertama adalah mengajarkan konsep mencintai tanah air dan bernegara atau kebangsaan sendiri. Makna kedua adalah kesadaran warga negara di suatu benar-benar menyadari, menjaga dan melanjutkan jati diri, keutuhan, kemakmuran dan kekuatan bangsa. Atau itu bisa diartikan dengan semangat kebangsaan. Ada dua faktor yaitu ancaman militer dan non militer Sedangkan ancaman non militer merupakan ancaman yang tidak bersifat fisik atau tidak menggunakan senjata dan bentuknya tidak terlihat, apabila ancaman ini terus terjadi dan tidak cepat disadari akan membahayakan negara. Kebanyakan teori menyebutkan bahwa nasionalisme dan nilai-nilainya berasal dari Eropa. Sebelum abad ke-17 belum terbentuk satu negara nas pun di Eropa. Yang ada pada periode itu adalah kekuasaan kekaisaran-kekaisaran yang meliputi wilayah yang luas, seperti kekuasaan kekaisaran Romawi Kuno, kekaisaran Jerman. Yang jelas, kekuasaan bergandengan tangan dengan gereja Katolik sehingga masyarakat menerima dan menaati penguasa Yang mereka anggap sebagai titisan Tuhan di dunia. Kesadaran akan suatu wilayah sebagai milik suku atau etnis tertentu belum terbentuk di Eropa sebelum abad telah memainkan peran yang sangat penting dalam perjuangan dan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia sendiri yang sudah bertahun-tahun tidak berada di tangan asing. Penjajahan luar negeri selama berabad-abad telah menggugah perasaan bangsa Indonesia dan menimbulkan perlawanan, akan tetapi perlawanan bangsa Indonesia pada saat itu datang dalam bentuk perlawanan dari berbagai daerah bukan dari daerah yang bersatu padu Tidak ada rasa persatuan masih terpisah, sehingga orang asing dapat dengan mudah jatuh. Kemudian lahirlah organisasi pertama Indonesia di Budi Utomo, karena didorong oleh nasib yang sama dan didukung oleh banyak tokoh terpelajar dan terpelajar, maka bangsa Indonesia mempersatukan diri dalam satu negara yaitu Indonesia Berkat Konferensi Pemuda yang telah menjadikan Indonesia sebuah bahasa yang menyatu dan menjadikan Indonesia sendiri lebih kuat dan beberapa pembahasan mengenai nasionalisme di atas, maka di sini akan kita bahas faktor-faktor yang mengancam nasionalisme dan keutuhan kedaulatan, yaitu ancaman dari dalam dan luar negeri, dan kemungkinan ancaman, yaitu ancaman militer dan ancaman nonmiliter. Ancaman militer adalah ancaman penggunaan senjata. Sedangkan ancaman nonmiliter mengacu pada ancaman non fisik atau ancaman yang tidak menggunakan senjata dan tidak dapat terhadap keutuhan nasionalisme dapat datang dari sumber internal maupun eksternal. Ancaman tersebut dapat berupa ancaman militer atau ancaman non militer. Ancaman militer adalah ancaman untuk menggunakan senjata dan rawan terjadi karena perselisihan penggunaan senjata dan perselisihan dengan negara lain, sedangkan ancaman nonmiliter adalah ancaman untuk tidak menggunakan senjata, akan tetapi ancaman nonmiliter ini sangat berbahaya karena dapat menghancurkan integritas Merongrong keutuhan negara, kedaulatan, kepribadian dan nasionalisme. Ancaman nonmiliter juga sering terjadi karena tergolong ancaman internal domestik Ancaman militer adalah ancaman yang berkaitan dengan pertahanan dan keamanan negara, serta penggunaan senjata yang dianggap membahayakan kedaulatan negara. Bentuk ancaman militer lainnya adalah pelanggaran wilayah, seperti wilayah laut, udara dan darat. Gangguan keamanan melalui laut dan udara merupakan salah satu bentuk ancaman militer yang mengganggu keamanan dan stabilitas suatu wilayah atau sekali hal yang mempengaruhi Nasionalisme namun tak hanya Nasionalisme yang akan dibahas ada juga kedaulatan yang wajib untuk dibahas. Berikut Ada 5 hal yang dapat mengancam kedaulatan Indonesia ke depan. Simak Penjelasan Berikut. 1 2 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya Karena warga Negara merupakan salah satu factor yang menyebabkan keutuhan Negara dapat terjamin. selain itu, keutuhan Negara dapat dikatakan utuh jika warga Negara nya saling bekerja sama tanpa membedakan ras, suku, maupun agama. keutuhan dapat tercipta jika seluruh factor yang terdapat di dalam suatu Negara dapat menciptakan persatuan dan kesatuan di dalam Negara itu sendiri. ULANGAN NYA PILIHAN GANDA COK

mengapa tercapainya keutuhan nasional sangat dipengaruhi oleh warga negara