mengapa komunikasi daring harus sesuai dengan etika internet

Padazaman saat ini di dunia nyata maupun di dunia maya atau internet ada hal penting yang harus di ketahui oleh semua orang. Apakah hal itu? , hal teersebut adalah etika. Etika semakin hari semakin menjamah seluruh aspek tetapi beberapa orang di dunia nyata maupun di dunia cyberspace etika hanya sebuah hal bodoh yang tidak begitu penting Internetanjuga ada etikanya, yaitu etika komunikasi di internet (netiquette). Ada sopan-santun dalam berkomunikasi di internet alias "etika internetan". Media Baru: Pengertian dan Jenis-Jenisnya; Tips Humas: Membangun Reputasi Online (e-Reputation) Lembaga; Pengertian Netiket. Dalam literatur komunikasi kita mengenal etika komunikasi. INFO Etika di Internet dikenal dengan istilah Netiquette (Network Etiquette),yaitu semacam tata krama dalam menggunakan Internet. Etika , lebih erat Facebook. Email atau telepon: Banyak bermunculan brand-brand dengan aesthetic meramaikan ramainya pasar Bumiayu yang semakin hari semakin maju. Dadi ora usah maring kota tetangga maning Alasankenapa dalam komunikasi daring harus sesuai dengan etika internet adalah karena ada aturan undang-undang di negara kita yang mengatur etika didalam menggunakan layanan internet khususnya sosial media. UU ITE adalah UU yang mengatur tentang informasi serta transaksi elektronik, atau teknologi informasi secara umum. Wie Kann Ich Eine Frau Kennenlernen. – Sebelum pandemi Covid-19 melanda Indonesia, kegiatan belajar mengajar di sekolah dilaksanakan secara offline atau bertatap muka langsung. Namun, seluruh aktivitas pembelajaran di sekolah kini diselenggarakan secara online sebagai upaya untuk memutus penyebaran virus pembelajaran online, teknologi digital mempunyai andil besar dalam membantu dan menyukseskan penyelenggaraan school from home SFH. Pada masa ini, pelajar pun harus melek digital agar tak tertinggal. Atas dasar itu, pendidikan yang berfokus pada teknologi informasi dan komunikasi TIK harus dimasukkan ke dalam kurikulum. Selain itu, etika dalam berkomunikasi secara daring juga harus dikuasai oleh pelajar. Menyikapi kebutuhan itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika Kemkominfo berkolaborasi dengan Jaringan Pegiat Literasi Digital Japelidi dan Siberkreasi Gerakan Nasional Literasi Digital menggelar webinar dengan tajuk “Tetap Berprestasi di Masa Pandemi Kiat Belajar Online”, Kamis 5/8/2021. Pada webinar tersebut, hadir sejumlah narasumber, mulai dari Guru Madrasah Aliyah MA Nur Iman Sleman dan entrepreneur M Ihsan FA, perwakilan dari Kaizen Room Erista Septianingsih, Dosen Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan PPKN Universitas Negeri Jakarta UNJ Iqbal Syafrudin, Product Manager Localin Dewi Rahmawati, hingga presenter dan communications specialist Sheila Siregar. Salah satu narasumber, Erista, berpendapat bahwa pelajar harus menjaga etika selama proses pembelajaran online, seperti hadir tepat waktu dan mematikan mikrofon bila tidak sedang berbicara. Selain itu, pelajar dianjurkan untuk tidak melakukan spam chat di luar materi yang disampaikan, selalu menyalakan kamera, dan menggunakan format identitas nama asli. “Berkomunikasi dengan guru secara online tetap ada etikanya. Selalu ucapkan salam, gunakan bahasa yang mudah dipahami dan sopan, tidak bertele-tele tetapi langsung pada poin utama saat bertanya, perhatikan waktu saat hendak menghubungi guru di luar jam sekolah, serta selalu minta izin sebelum menelepon atau video call,” kata Erista dalam rilis resmi yang diterima Selasa 10/8/2021. Sheila selaku narasumber key opinion leader KOL juga menyampaikan bahwa dunia digital mempunyai dua sisi, yaitu positif dan negatif. “Sisi positifnya adalah kita bisa dengan mudah mengakses internet untuk mendapatkan informasi dengan sangat cepat. Kemudian, bisa update informasi terkini dan proses komunikasi jadi lebih mudah,” kata lanjutnya, terdapat dampak negatif dari dunia digital. Maka, pelajar harus pintar menghindarinya. “Di tengah derasnya informasi, marak sekali informasi palsu, penipuan secara online, dan pencurian data. Hal ini terjadi karena minimnya pengetahuan akan literasi digital,” ujar Sheila. Tips belajar online Pada webinar tersebut, partisipan yang hadir dipersilakan untuk mengutarakan pertanyaan dan tanggapan. Salah satu partisipan, Kevin Prasetio Gultom, tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. “Bagaimana cara agar kami pelajar dapat mandiri dan nyaman belajar di tengah pandemi? Bagaimana cara untuk menghindari perilaku malas dan bosan saat belajar sehingga kami dapat memaksimalkan kegiatan pembelajaran digital?” tanya Kevin. M Ihsan sebagai salah satu narasumber pun menjawab pertanyaan tersebut. Ia mengatakan bahwa kesadaran dan motivasi diperlukan dalam mengikuti pembelajaran. “Maksudnya adalah kita harus memiliki dorongan dan titik fokus tentang apa yang kita kuasai,” jawab Ihsan. Pasalnya, lanjut Ihsan, di era digital seperti sekarang, banyak orang yang menunjukkan segala sesuatu yang ia lakukan di media sosial. Efek dominonya, banyak follower yang mengikuti sesuatu tanpa melihat kapasitas dirinya. “Oleh karena itu, disarankan untuk selalu menerapkan titik fokus dan juga berusahalah untuk selalu riang gembira tentang apa saja yang kita pelajari,” ujar Ihsan. Sebagai informasi, webinar tersebut terbuka bagi semua orang yang berkeinginan untuk memahami dunia literasi digital. Untuk mengetahui informasi mengenai topik webinar selanjutnya, ikuti akun Instagram dan siberkreasi. Internetan juga ada etikanya, yaitu etika komunikasi di internet atau internet etiquette netiquette, netiket. Ada sopan-santun dalam komunikasi online di internet sebagai “adab pergaulan di dunia maya”, termasuk di media sosial, email, dan whatsapp. Pengertian Netiket Dalam literatur komunikasi kita mengenal etika komunikasi. Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI mengartikan etika sebagai “ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral akhlak”. Etika sering disebut juga dengan “etiket” étikét, yaitu “tata cara adat sopan santun, dsb dl masyarakat beradab dl memelihara hubungan baik antara sesama manusianya” KBBI. Saya lebih memilih kata “etika” ketimbang “etiket” karena etiket bisa dimaknai sebagai “e-ticketting” electronic ticket atau “karcis online”. Dalam bahasa “sederhana” kita bisa memaknai etika komunikasi dengan “sopan-santun atau tatakrama dalam berkomunikasi” atau “cara berkomunikasi yang baik”. Etika Internet netiquette, netiket –kependekan dari “network etiquette” atau “Internet etiquette” adalah “sopan-santun dalam berkomunikasi di internet, seperti dalam chating, kirim pesan, menulis status facebook, “berkicau” di twitter, menulis di blog website, dan berkomentar di media online situs berita”. Dapat pula netiket dipahami sebagai “adab pergaulan di dunia maya”. Etika Internet pada dasarnya sama dengan etika berkomunikasi di “dunia nyata” dalam kehidupan sehari-hari, seperti jujur, menggunakan kata-kata yang baik sopan, ramah, serta berbicara jelas dan mudah dimengerti. Salah satu rujukan etika komunikasi di internet adalah buku karya Virginia Shea, Netiquette, Albion Books, San Francisco, 1994 Virginia Shea. Dalam The Core Rule of Netiquette. Shea memberikan 10 peraturan ketika berinteraksi di dunia maya. Intinya sama dengan etika komunikasi dalam dunia nyata, seperti jangan menyakiti, jangan menyinggung perasaan, berbicara efektif, jangan sungkan minta maaf jika keliru, dan sebagainya. Berikut ini etika komunikasi di internet atau –dalam istilah Shea– peraturan inti netiket sebagaimana diringkas di laman Coursedesign Colostate. Aturan Inti Netiket Berikut ini atura inti netiket core rule of netiquette berisi adab atau sopan-santun dalam internetan. 1. Ingat, pengguna internet juga manusia Saat berkomunikasi secara elektronik, baik melalui email, pesan instan, pos diskusi, teks, atau metode lain, praktikkan Aturan Emas Lakukan kepada orang lain seperti yang Anda ingin orang lain lakukan kepada Anda. Ingat, kata-kata tertulis Anda dibaca oleh orang sungguhan, semuanya pantas mendapatkan komunikasi yang terhormat. Sebelum Anda menekan “kirim” atau “kirim”, tanyakan pada diri sendiri, “Apakah saya akan setuju dengan ini jika orang lain yang menulisnya?” 2. Patuhi standar perilaku Patuhi standar perilaku online yang sama dengan yang Anda ikuti di kehidupan nyata. Meskipun dapat diperdebatkan bahwa standar perilaku mungkin berbeda di dunia maya, mereka tentu saja tidak boleh lebih rendah. Anda harus melakukan yang terbaik untuk bertindak sesuai dengan hukum dan perilaku etis masyarakat kapan pun Anda berada di “dunia maya”. Apakah Anda akan bersikap kasar kepada seseorang secara langsung? Pada kebanyakan kesempatan, tidak. Anda juga tidak boleh berperilaku seperti ini di dunia virtual. 3. Kenali aturan main di forum online Setiap situs atau forum online biasanya punya aturan main. Maka, taati aturan itu. Baca dulu aturan sebelum gabung. “Intai dulu sebelum melompat” Lurk before you leap. Sadari Anda ada di forum apa dan bagaimana. Netiket bervariasi dari domain ke domain. Tergantung di mana Anda berada di dunia maya, komunikasi tertulis yang sama dapat diterima di satu area, di mana hal itu mungkin dianggap tidak pantas di area lain. Apa yang Anda kirimi SMS ke teman mungkin tidak sesuai dalam email ke teman sekelas atau kolega. Bisakah Anda memikirkan contoh lain? 4. Hargai waktu dan kuota’ orang lain Posting pesan yang sesuai dengan grup diskusi. Jangan ajukan pertanyaan bodoh. Baca dokumen FAQ Frequently Asked Questions atau “Yang Sering Ditanyakan” YSD. Jangan posting hal yang sekiranya sudah diketahui anggota grup. Jika Anda tidak setuju dengan sebuah forum online, jangan buang waktu dengan “menggugat” mereka. Tinggalkan saja! Komunikasi elektronik membutuhkan waktu waktu untuk membaca dan waktu untuk menanggapi. Kebanyakan orang saat ini menjalani kehidupan yang sibuk, seperti Anda, dan tidak punya waktu untuk membaca atau menanggapi email atau posting diskusi yang tidak penting. Sebagai komunikator dunia maya, Anda bertanggung jawab untuk memastikan bahwa waktu yang dihabiskan untuk membaca kata-kata Anda tidak terbuang sia-sia. Jadikan komunikasi tertulis Anda bermakna dan to the point, tanpa teks asing atau grafik berlebihan atau lampiran yang mungkin membutuhkan waktu lama untuk diunduh. 5. Buat diri Anda terlihat bagus saat online Salah satu hal terbaik tentang dunia maya adalah kurangnya penilaian yang terkait dengan penampilan fisik Anda, suara Anda, atau pakaian yang Anda kenakan kecuali jika Anda memposting video diri Anda bernyanyi Karaoke dengan pakaian badut Namun, Anda akan melakukannya , dinilai dari kualitas tulisan Anda, jadi perhatikan tips berikut ini Selalu periksa kesalahan ejaan dan tata bahasa Ketahui apa yang Anda bicarakan dan nyatakan dengan jelas Bersikaplah menyenangkan dan sopan 6. Bagikan pengetahuan dan keahlian Anda Internet menawarkan banyak keuntungan bagi penggunanya; Salah satunya adalah kemudahan di mana informasi dapat dibagi atau diakses dan sebenarnya, kemampuan “berbagi informasi” ini adalah salah satu alasan mengapa Internet didirikan. Jadi dalam semangat “bapak pendiri” Internet, bagikan apa yang Anda ketahui! Saat Anda memposting pertanyaan dan menerima jawaban cerdas, bagikan hasilnya dengan orang lain. Apakah Anda ahli dalam sesuatu? Posting sumber daya dan referensi tentang materi pelajaran Anda. Baru-baru ini memperluas pengetahuan Anda tentang subjek yang mungkin menarik bagi orang lain? Bagikan itu juga. 7. Kendalikan emosi Kendalikan emosi Anda! Jangan posting apa pun dalam keadaan marah! Jangan posting atau kirim komentar yang bernada amarah tinggi! Ada pepatah Sesuatu yang di mulai dengan rasa marah akan menghasilkan penyesalan. Jangan ragu minta maaf jika Anda keliru atau menginggung perasaan orang lain. Ketika dua atau tiga orang saling bertukar posting marah satu sama lain, harus dikontrol atau persahabatan kelompok dapat dikompromikan. Padamkan mereka dengan mengarahkan diskusi kembali ke arah yang lebih produktif. 8. Hargai privasi orang lain Hargai privasi orang. Jangan baca email, pesan, atau inbox pribadi orang lain. Bergantung pada apa yang Anda baca di dunia maya, baik itu forum diskusi kelas online, halaman Facebook, atau email, Anda mungkin terpapar beberapa informasi pribadi atau personal yang perlu ditangani dengan hati-hati. Mungkin seseorang berbagi berita medis tentang orang yang dicintai atau mendiskusikan situasi di tempat kerja. Menurut Anda apa yang akan terjadi jika informasi ini “masuk ke tangan yang salah?” Malu? Perasaan terluka? Kehilangan pekerjaan? Sama seperti Anda mengharapkan orang lain untuk menghormati privasi Anda, Anda juga harus menghormati privasi orang lain. Pastikan untuk berhati-hati saat memutuskan untuk berdiskusi atau tidak membahas komunikasi virtual. 9. Jangan salah gunakan wewenang Seperti halnya dalam situasi tatap muka, ada orang-orang di dunia maya yang memiliki “kekuatan” lebih dari yang lain. Mereka memiliki lebih banyak keahlian dalam teknologi atau mereka memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam keterampilan atau materi pelajaran tertentu. Mungkin Andalah yang memiliki semua pengetahuan dan kekuatan ini! Ingat saja mengetahui lebih dari yang orang lain lakukan atau memiliki kekuatan lebih dari yang mungkin dimiliki orang lain tidak memberi Anda hak untuk mengambil keuntungan dari siapa pun. Pikirkan Aturan 1 Ingat manusia. 10. Jadilah Pemaaf Tidak semua orang memiliki jumlah pengalaman yang sama bekerja di dunia maya. Tidak semua orang tahu aturan netiket. Pada titik tertentu, Anda akan melihat pertanyaan bodoh, membaca jawaban panjang yang tidak perlu, atau menemukan kata-kata yang salah eja; ketika ini terjadi, praktikkan kebaikan dan pengampunan seperti yang Anda harapkan akan dilakukan seseorang jika Anda melakukan pelanggaran yang sama. Jika itu adalah “pelanggaran” kecil, Anda mungkin ingin mengabaikannya. Jika Anda merasa harus menanggapi kesalahan, lakukanlah melalui email pribadi daripada forum publik. Demikian bahasan tentang netiket, netiquette, etika internet, atau etika komunikasi online di internet alias “sopan-santun internetan” versi Virginia Shea, tentu dengan “sedikit” modifikasi dari saya. Netiket Pengguna yang Baik Netiket juga tercantum dalam Internet Etiquette Rules dengan judul “Internet Etiquette Rules of Good Users“. Ada 10 poin netiket yang disebutkan di sana Review. Proofread and plan contact. Caps. Refrain from using intimidating communication. Honesty. Tell the truth. Be yourself. Act as you do in reality. Be on your best behavior. Flames. Refrain from posting or responding to inflammatory material, insults. Spam. Refrain from sending unsolicited messages or responding to them. Messages. Be conservative in messages you send and liberal in what you receive. Reply. Send messages within an appropriate time frame. Secure sites. Use secure websites whenever possible. Discretion. Use your best judgment. Terjemahan bebas ke-10 etika internet di atas Tinjau. Cek dulu kata-kata yang dituliskan sebelum dipublish, diposting, atau dikirim. Jangan salah ketik typo; gunakan ejaan yang benar. Hati-hati menggunakan huruf kapital. Jangan gunakan semua huruf kapital All Caps. Selain tidak nyaman dibaca, All Caps juga menyimbolkan bahwa kita sedang marah, berteriak, atau membentak. Kejujuran. Katakan yang sebenarnya. Berbohong di dunia maya itu bisa fatal akibatnya. Jadilah diri sendiri. Tidak perlu memalsukan identitas dengan mengaku sebagai orang lain. Jangan bikin masalah. Jangan posting ancaman, ujaran kebencian, menghina, atau hal negatif lain. Jangan kirim spam. Pesan. Tulis pedan dalam bahasa formal dan konservatif. Jawab. Kirim jawaban, komentar, atau respons di saat yang tepat. Situs aman. Gunakan situs aman. Bersikap bijak. Gunakan penilaian terbaik Anda. Kita semua manusia, bahkan saat berada di internet sekalipun. Ikuti aturan seperti di kehidupan nyata Anda saat online. Demikian netiket, kode etik internet atau etika pergaulan warga inernet warganet atau pengguna internet, termasuk di pengguna media sosial dan WhatsApp. Wasalam. Tak dapat dimungkiri, perkembangan dunia digital telah menyasar ke segala sisi kehidupan. Saat ini, rasanya hampir tidak ada sisi kehidupan manusia yang tidak terpengaruh proses digitalisasi. Namun, masih banyak pengguna internet yang hanya mampu menerima informasi tanpa kemampuan memahami dan mengolah informasi tersebut secara baik, sehingga masih banyak masyarakat terpapar oleh informasi yang tidak benar. Menyikapi hal itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika Kominfo menggelar seri webinar literasi digital MakinCakapDigital dengan tema “Bersama Kita Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak”. Webinar yang digelar pada Rabu, 13 Oktober 2021 di Tangerang Selatan, diikuti oleh puluhan peserta secara daring. Webinar ini mengundang narasumber dari berbagai bidang keahlian dan profesi, yakni Khairul Anwar Marketing dan Communications Specialist, H Suhardi Kasi Penmad Kota Tangerang Selatan, Hartina Hajar Sekretaris PUSPAGA Ceria, dan Novi Widyaningrum Researcher, Center for Population and Policy Studies UGM, IAPA. H Suhardi membuka webinar dengan mengatakan, pada dasarnya dunia digital sama dengan dunia nyata. “Oleh karena itu diperlukan etika. Etika di dalam dunia digital disebut dengan netiket, yang merupakan gabungan dari network dan nettiquette yang berarti etika atau etiket dalam dunia jaringan atau dunia digital.” Etika sendiri berarti sistem nilai atau moral baik dan buruk harus dipegang saat berinteraksi dengan orang lain. Urgensi netiket dunia digital adalah dunia manusia dengan pengguna Internet berasal dari berbagai suku, bangsa, dan agama. Pengguna internet hidup dalam anonymouse, sehingga berpotensi untuk berbuat etis atau tidak etis. Jejak digital bisa disimpan dan dilacak. Menurutnya, agar dapat bernetiket, gunakan bahasa yang baik, benar, dan bermanfaat. Jangan mengunggah Hal-hal yang menyinggung SARA, bijaksana dalam memberikan tanda like/love/suka, bijaksana dalam meneruskan foto, video. Bila memuat foto atau gambar menyertakan sumbernya. Hartina Hajar turut menjelaskan bahwa grooming adalah upaya untuk membangun hubungan, kepercayaan dan ikatan emosional, sehingga mereka dapat memanipulasi atau mengeksploitasi, bahkan melecehkan korban karena korban merasa berhutang budi dan terikat. “Upaya untuk mencegah misalnya memberi pemahaman sejak dini bahwa perempuan dan anak punya hak atas tubuhnya, dan orang lain—bahkan orangtua sekalipun—tidak bisa menyentuh apalagi meraba badan mereka tanpa izin. Siapapun boleh menolak hal-hal yang membuatnya tidak nyaman,” jelasnya. Menurutnya, perempuan dan anak-anak rentan terkena kejahatan grooming oleh orang dewasa dengan dalih pacaran atau ungkapan kasih sayang. Maka penting untuk menjadi perhatian orangtua tentang budaya digital jadilah orangtua yang cerdas. “Tidak mudah terpengaruh dengan budaya luar dan tren masa kini, yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama dan pancasila. Perbanyak ilmu agama, selamatkan dampak buruk perubahan budaya di masyarakat dengan melakukan berbagai kegiatan positif bersama perempuan dan anak,” tuturnya. Novi Widyaningrum mengatakan, kekerasan berbasis gender online KGBO biasanya korbannya adalah perempuan dan anak. Riset membuktikan bahwa ada yang motivasinya juga karena agenda politik, kemarahan, ideologi, dan hasrat seksual. “Oleh karena itu kita harus hati-hati apa saja bisa terjadi di dunia digital ini. Di dunia maya kekerasan berbasis gender ternyata motivasinya sangat beragam,” ungkap Novi. Dalam sesi KOL, Sherrin Tharia mengatakan sering kali orang yang di-bully malah dia yang merasa bersalah. “Penting untuk pondasi, yang paling harus diperhatikan yakni bagaimana kita menyikapi ketika kita di-bully, kita harus tahu yang benar itu benar yang salah itu salah.” Salah satu peserta bernama Cinthgana menanyakan, bagaimana cara jitu untukk bisa cerdas dan santun dalam dunia digital? “Memang sekarang banyak sekali adalah tantangannya untuk kita bagaimana untuk mengendalikan anak-anak itu lebih santun. Saya sarankan pertama itu lakukan secara remote bisa dicek di HP kan ada parental control di sana,” jawab Khairul. Webinar ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan literasi digital di Tangerang Selatan. Kegiatan ini pun terbuka bagi semua orang yang berkeinginan untuk memahami dunia literasi digital. Untuk itulah penyelenggara pada agenda webinar selanjutnya, membuka peluang sebesar-besarnya kepada semua anak bangsa untuk berpartisipasi pada webinar ini melalui akun Instagram Kegiatan webinar ini juga turut mengapresiasi partisipasi dan dukungan semua pihak, sehingga dapat berjalan dengan baik, mengingat program literasi digital ini hanya akan sukses mencapai target 12,5 juta partisipan jika turut didukung oleh semua pihak yang terlibat. [*] Alasan mengapa komunikasi daring juga harus menggunakan etika internet adalah karena pada saat berkomunikasi daring kita juga sedang berkomunikasi dengan orang lain, meskipun kita tidak mengetahui siapa lawan bicara kita. Komunikasi daring atau online merupakan salah satu komunikasi yang ada di era perkembangan teknologi seperti saat ini. Beberapa contoh etika internet yang digunakan pada komunikasi daring adalahTidak menggunakan tanda seru terlalu banyakSaat menulis sesuatu, tidak menggunakan huruf kapital semuaTidak menulis yang berkaitan dengan SARAPembahasanKomunikasi daring atau online sudah sangat banyak digunakan saat ini. Hampir semua sudah menggunakan komunikasi daring. Beberapa contoh aplikasi atau layanan dari komunikasi daring adalahFacebook messengerWhatsappTelegramLineEmailForum atau milisDari beberapa contoh aplikasi atau layanan di atas, kita bisa mengetahui bahwa komunikasi daring juga terbagi menjadi dua yaitu real time dan tidak real lebih lanjutDemikian pembahasan mengenai etika komunikasi daring yaitu tidak menggunakan tanda seru, huruf yang digunakan tidak kapital semua. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai materi komunikasi daring dapat dibaca pada link berikut1. Pengertian dan manfaat dari komunikasi daring Kelebihan komunikasi daring dan kekurangan komunikasi daring jawabanKelas 9 SMPMapel TIBab Pengertian dan aturan dalam komunikasi daringKode Kunci Pengertian dan aturan dalam komunikasi daring Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Nama Kelompok Emelia Juniati 191011201572 Martina Widi Astuti 191011201626Kelas 06 SAKE 002 Matkul Etika Bisnis Dan Profesi Dosen Erika Astriani Aprilia, alat komunikasi yang semakin canggih sering kali menjadi pemicu permasalahan yang berkaitan dengan etika dalam berkomunikasi. Komunikasi merupakan alat untuk berintereksi dan bertukar pesan baik dengan orang tua, dosen, teman sejawat maupun dengan masyarakat luas, maka dari itu komunikasi dapat disimpulkan sebagai salah satu kekuatan dalam kehidupan karena dapat memungkinkan suatu struktur dan tujuan dapat terwujud. Saat ini, hampir semua orang, termasuk anak-anak memiliki media sosial. Media sosial adalah sebuah media daring yang memudahkan para penggunanya untuk saling berkomunikasi secara online. Dengan media sosial semua orang dapat dengan bebas untuk berpendapat dan mengeskpresikan kehendaknya. Arti bebas disini bukan berarti tanpa etika. Banyak kasus yang pada akhirnya berada dijalur hukum karena mengabaikan etika dalam menggunakan media sosial. Hal ini dibuktikan dengan adanya konten-konten yang mengandung kebohongan, kata-kata kasar, provokatif, pornografi, kekerasan ataupun SARA. Padahal hal-hal seperti ini dapat dikenakan hukuman karena sudah diatur dalam UU ITE sehingga tidak bisa sembarangan, atau dalam kata lain harus beretika dalam menggunakan media sosial. Sebesar itu pengaruh media sosial dari para penggunanya yang tidak bisa menjaga dalam berkomunikasi sangat diperlukan oleh semua orang terhadap lawan komunikasi, karena seseorang dinilai memiliki perilaku komunikasi yang baik ketika dia mengerti akan konsekuensi dari pesan yang akan disampaikan sebelum dia memutuskan untuk mengirimkan pesan tersebut kepada seseorang. Orang yang tidak memiliki etika yang baik dalam berkomunikasi sering disebut orang yang tidak bermoral karena tindakan dan perkataan yang diambil tidak mempertimbangkan baik dan buruk, tidak adanya filter pertimbangan nilai baik dan buruk inilah yang menyebabkan bencana di dalam pemanfaatan media sosial itu sendiri. Oleh sebab itu, maka etika sangat penting untuk diterapkan agar kita dapat terhindar dari berbagai pengaruh buruk dalam menggunakan media sosial. Walaupun sebenarnya dibebaskan untuk memberi pendapat dan mengespresikan kehendak pribadi, ada baiknya juga lebih memperhatikan dan menghargai orang lain. Komunikasi dengan menggunakan media sosial tidak selamanya menggunkan bahasa yang baku dan sesuai dengan kaidah ejaan yang disempurnakan EYD namun cukup dengan menggunakan etika berkomunikasi yang baik salah satunya dengan menggunakan bahasa yang baik,sopan dan santun sesuai dengan tempat tempat terjadinya konteks berbahasa, sesuai dengan siapa lawan bicara, dan sesuai dengan topik pembicaraannya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Kesantunan dalam berkomunikasi dapat dilihat dari pemilihan kata atau kalimat yang disampaikan dalam mengirim pesan maupun memberikan tanggapan atau komentar dari sebuah informasi. Karena Bagian yang menjadi sorotan dan dapat menimbulkan penyimpangan dan persoalan dalam sebuah pesan terletak pada format pesan yang dikirimkan, sikap awal, informasi dan serta norma-norma moral yang banyak memberikan pengaruh terhadap cara dan bahasa yang berkomentar atau memposting sesuatu di media sosial, ada baiknya dipikirkan terlebih dahulu apakah sudah sesuai dengan norma dan etika yang seharusnya? Apakah tidak akan membuat orang lain tersinggung? Dan lain sebagainya. Hal- hal seperti ini harus dimulai dari kesadaran diri sendiri. Kita bisa mulai dari membiasakan menggunakan kata-kata yang sopan dan dengan bahasa yang tepat. Membiasakan hal-hal yang bermanfaat untuk orang lain, hal-hal yang tidak mengandung unsur kekerasan, pornografi ataupun SARA pada media sosial. Sebagai masyarakat kita juga harus pintar dalam mengolah informasi, mana informasi yang benar, dan mana informasi yang salah. Jangan mudah percaya akan suatu hal yang belum diketahui pasti dalam menggunakan media sosial bukan hanya kita saja yang memakainya, tetapi ada banyak orang dari berbagai tempat, dari berbagai budaya yang juga menggunakan media sosial. Oleh sebab itu, sebagai pengguna media sosial kita diharuskan memiliki etika yang diantaranya adalah sebagai berikut 1 2 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya

mengapa komunikasi daring harus sesuai dengan etika internet